Ketika hidayah menerangi hati, tak seorangpun dapat
menghalangi. Gunung yang tinggi bukan rintangan, lautan luas pun tak menjadi
hambatan, kemewahan dan pangkat pun siap ditanggalkan. Demi menggapai nikmat
hidayah Ilahi yang tak terbeli.
Dalam lembaran sejarah dan aliran riwayat, tertoreh
nama Salman Al-Farisi. Seorang sahabat Nabi dari negeri seberang. Seorang alim
yang mengetahui dua kitab suci. Sejarah keislamannya mencerminkan mahal dan
manisnya hidayah. Kisah Salman masuk Islam termaktub di dalam Musnad Ahmad
secara lengkap dengan sanad yang shahih. Salman menceritakannya secara langsung
kepada Ibnu ‘Abbas.
Sebelum Rasulullah diutus membawa cahaya hidayah,
pemuda Salman adalah pemuda Persia, anak kesayangan dari seorang tokoh di sana,
sampai-sampai ayahnya tidak membiarkannya keluar rumah lantaran sayang terhadap
putranya.












