Kehidupan yang dialami oleh seorang
manusia di dunia ini bukanlah sebuah kehidupan yang terus-menerus tiada
berujung dan tiada penghabisan. Ia adalah sebuah kehidupan yang
terbatas, berujung dan akan ada pertanggungjawabannya. Allah
Subhanallahu wa Ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَالْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. Dan sesungguhnya disempurnakan (balasan) pahalamu pada hari kiamat. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh telah beruntung. kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (Ali ‘Imran: 185).
alam barzah
alam ghaib
Maha Benar Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan segala firman-Nya! Kita
dengar dan saksikan kilas kehidupan yang silih berganti dari masa ke
masa. Perjalanan hidup umat manusia merupakan bukti bahwa seorang
manusia, setinggi apapun kedudukannya dan sebanyak apapun hartanya, akan
mengalami kematian dan akan meninggalkan kehidupan yang fana ini menuju
kehidupan setelah kematian. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman tentang Rasul-Nya Shalallahu
‘alahi wa Sallam dan manusia yang lainnya dari generasi pertama sampai
yang terakhir (artinya):